Explore Humanity dan Donny Alamsyah, Pemeran Film The Raid, Melihat Kesedihan di Kamp Pengungsian
Donny Alamsyah bersama pengungsi di perbatasan Turki.

Bandung, Mei 2018 menjadi awal mula pendirian lembaga kemanusiaan explore!, lembaga ini digagas oleh sekumpulan anak-anak muda yang sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang di dunia musik. explore! berkomitmen memberikan bantuan di wilayah-wilayah yang dilanda krisis kemanusiaan, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan baik di dalam negeri ataupun luar negeri.
Luputnya perhatian publik terhadap krisis-krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini, menjadi salah satu alasan dan tujuan dimana explore! ingin menjadi sebagai wadah dan sarana informasi untuk masyarakat.

Selain menjadi wadah dan sarana informasi, explore! juga menyalurkan bantuan di wilayah-wilayah yang terdampak krisis kemanusiaan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tak kurang dari sepuluh kali explore! sudah mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi yang ada di perbatasan Turki. Satu diantaranya, explore! pernah mengadakan perjalanan kemanusiaan ke perbatasan Turki dengan mengajak salah satu artis laga film “The Raid” Donny Alamsyah untuk turut merasakan dan berbagi pengalaman akan kemanusiaan.

Pada perjalanan saat itu Donny Alamsyah menyambut baik atas kesempatan yang diberikannya dan Ia pun merasa sangat tertarik dan antusias. Selain itu Donny ingin membuktikan sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah dan Uighur. Banyak simpang siur mengenai informasi yang beredar di masyarakat tentang krisis kemanusiaan di Suriah dan Uighur.

Donny Alamsyah bersama para pengungsi di Kamp Pengungsian Perbatasan Turki
Donny Alamsyah bersama para pengungsi di Kamp Pengungsian Perbatasan Turki.

Pada awal kedatangannya ke Turki, Donny menyempatkan bertemu dengan anak-anak hafiz Al-Qur’an dari Uighur, disana Ia melihat penderitaan para korban yang memilih meninggalkan rumahnya untuk berdiaspora ke negara lain, seperti di Turki.

Selain bertemu dengan anak-anak dari Uighur, Donny pun menyempatkan untuk berkunjung ke Reyhanli. Reyhanli merupakan sebuah kota di Provinsi Hatay, Turki yang dekat dengan perbatasan negara Suriah.

Saat di Reyhanli, Donny dan tim explore! menyaksikan secara langsung bagaimana kemalangan yang dialami para pengungsu Suriah. Banyak korban mulai dari dewasa, orang tua hingga anak-anak yang harus menderita cacat fisik akibat dampak peperangan yang berlangsung di negaranya.

Ada seorang anak yang kami temui yang memperlihatkan sebagian kecil dari tengkorak kepalanya yang bolong. Anak itu mengatakan kepada kami sedang menunggu batok kepala sintetis untuk menutupi kepalanya.

Pada kesempatan yang sama pula kami berkeliling melihat kondisi para pengungsi, terlihat seorang bapak yang sedang berlatih dengan semangat untuk terapi kakinya yang lumpuh bahkan tidak hanya itu kami pun melihat seorang anak yang akhirnya harus mengalami kelumpuhan akibat tembakan yang meremukkan tulang punggungnya.

Menurut pengamatan Donny dan tim explore! tempat tinggal sementara mereka pun sangat mengenaskan dan jauh dari kata layak. Tempat tinggal yang hanya beralaskan terpal di tengah kondisi cuaca ekstrim seperti hujan dan musim dingin.

Setelah dari Reyhanli, Donny dan tim explore! melanjutkan perjalanan ke Killis, daerah yang berbatasan langsung dengan Suriah. Di daerah ini banyak pengungsi Suriah yang berasal dari kota Aleppo. Killis menjadi salah satu area peradaban baru yang dibangun atas kedermawanan para filantropi dan beberapa lembaga kemanusiaan termasuk explore!.

Killis juga menjadi salah satu tempat gudang logistik beberapa NGO termasuk explore! untuk menyimpan keperluan bantuan untuk warga Suriah. Ada juga fasilitas pendidikan yang dikhususkan untuk warga Suriah yang dikelola beberapa NGO karena jumlah pengungsi yang masuk ke daerah ini cukup banyak.

Menurut Donny, sebagai seorang muslim harus selalu ingat perkataan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa seorang muslim itu bersaudara.

“Maka Saya menganggap bahwa saudara saya ada dimana-mana. Maka konteksnya bukan hanya di Indonesia saja tapi seluruh dunia”., tutur Donny.

Dunia itu luas, orang-orang sangat beragam baik cara berpikir, gaya hidup hingga keyakinan. Intinya mereka semua adalah manusia yang mengharapkan hidup senang, bahagia dan hidup layak. tutur Donny.

Pengalaman perjalanan kemanusaiaan Donny ketika melihat langsung kamp-kamp pengungsian membuatnya semakin bersyukur bahwa di Negeri Indonesia ini dianugerahkan keamanan dan membuatnya lebih peduli kepada kemanusiaan. Saudara-saudara kita disini masih banyak membutuhkan bantuan dari para dermawan. Maka dari itu Donny mengajak kepada para dermawan untuk lebih peduli kepada kemanusiaan.